Jelang Ramadhan, Sejumlah Warga Berziarah ke Makam Wali Sumba

SAMSUMBA.com - Menjelang kedatangan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, sejumlah warga Sumba melakukan ziarah ke makam wali atau salah satu tokoh penyebar Islam di Pulau Sumba, Selasa (17/2/2026). Wali yang dimaksud adalah Syaikh Abdul Gafur Assegaf, yang juga dikenal dengan sebutan Umbu Kawukku Talu Ndangga. Makam tersebut terletak di Desa Wunga Kecamatan Haharu Kabupaten Sumba Timur.

Menurut riwayat yang beredar secara turun-temurun di masyarakat, Syaikh Abdul Gafur termasuk di antara orang-orang pertama yang menyebarkan Islam di tanah Sumba. Penjaga makam yang merupakan penganut Marapu menuturkan bahwa dirinya adalah keturunan ke-20 dari leluhurnya yang sejak dahulu dipercaya menjaga makam tersebut.

Tidak jauh dari lokasi makam, masih terdapat rumah yang diyakini sebagai tempat tinggal Syaikh Abdul Gafur semasa hidupnya. Kawasan Wunga sendiri berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Waingapu dan dikenal sebagai salah satu kampung adat tertua serta pusat peradaban awal di Pulau Sumba.

Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadhan bukan hanya terjadi di Sumba, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Tradisi ini terus dilestarikan sebagai bentuk doa, penghormatan kepada leluhur, sekaligus pengingat akan kematian sebelum memasuki bulan suci.

Bagi sebagian masyarakat, ziarah kubur menjadi bagian dari persiapan spiritual menyambut Ramadhan. Kesadaran akan kefanaan hidup mendorong seseorang untuk memperbaiki diri, memperbanyak taubat dan mempersiapkan ibadah puasa dengan hati yang lebih khusyuk.

Dalam ajaran Islam, ziarah kubur pada dasarnya hukumnya sunnah, baik dilakukan menjelang Ramadhan maupun pada waktu-waktu lainnya. Hikmah utamanya adalah menumbuhkan kesadaran tentang kematian, yang pada gilirannya mendorong manusia untuk meningkatkan kualitas iman dan amal. (fa)

“Aku tidak bermaksud kecuali melakukan perbaikan yang membawa kebaikan bagi semua orang sesuai kesanggupan dan kemampuanku. Dan yang memberi pertolongan untuk mencapai tujuan itu hanyalah Allah” (Al-Quran, Surat Hud Ayat 88)