SAMSUMBA.com - Senin (2/3/2026)
merupakan hari terakhir Pesantren Ramadhan untuk seluruh pelajar muslim se-Kota
Waingapu. Kegiatan yang dilaksanakan selama sembilan hari di Masjid Agung
Al-Jihad ini, ditutup dengan penyampaian materi yang sangat berharga dari Komandan
Kodim (Dandim) 1601/Sumba Timur, Letkol Inf. Dobby Noviyanto S., SE.
Komandan lulusan Akademi Militer ini
memotivasi seluruh pelajar untuk berjuang meraih cita-cita. Ditegaskan bahwa cita-cita
merupakan kompas hidup, bahan bakar semangat dan filter keputusan.
“Hambatan terbesar dalam meraih
cita-cita itu bukan yang ada di depan mata, tapi yang ada di dalam pikiranmu
sendiri, yaitu rasa takut gagal, kritik orang lain dan rasa malas,” ungkap
Komandan yang pernah bergabung dalam pasukan baret merah alias Kopassus ini.
Diingatkan agar para pelajar tidak
pernah menunda pekerjaan, karena itu awal dari kehancuran. Menurutnya, rumus
meraih mimpi itu: 1) spesifik; 2) bisa diukur progressnya; 3) realistis; 4)
sesuai dengan nilai dan minat; 5) ada batas waktu yang ditentukan.
“Bagaimana caranya agar bisa menjadi
tentara yang bisa mempunyai pangkat dan jabatan seperti Bapak,” tanya seorang pelajar
pada sesi tanya jawab.
Menjawab pertanyaan itu, Dandim bercerita
bahwa untuk bisa mencapai jabatan saat ini, ia telah melewati serangkaian
seleksi. Setiap ingin mencapai suatu jabatan selalu melalui tahapan seleksi.
Dandim mengisahkan pengalamannya yang
pernah terjun bebas sebanyak 500 kali dari berbagai tipe pesawat di berbagai
negara, seperti Korea, Australia, Amerika dan negara lainnya.
Materi yang disampaikan Dandim
melengkapi rangkaian pembinaan selama Pesantren Ramadhan yang telah berlangsung
sembilan hari penuh makna. Para pelajar tidak hanya dibekali penguatan
spiritual, tetapi juga motivasi untuk membangun karakter, kedisiplinan,
keberanian dan mental pantang menyerah. Diharapkan seluruh peserta, baik tingkat
SD/MI maupun SMP-SMA, mampu membawa pulang nilai-nilai Ramadhan ini dalam
kehidupan sehari-hari serta menjadikannya pijakan untuk meraih cita-cita di
masa depan.
Pesantren Ramadhan tahun 2026 pun
ditutup dengan semangat baru: semangat untuk bermimpi besar, bekerja keras dan
terus memperbaiki diri. Ramadhan bukan sekadar ibadah ritual, tetapi momentum
membentuk generasi tangguh yang beriman, berilmu dan berakhlak. Dari Pesantren
Ramadhan, diharapkan lahir generasi Sumba Timur yang siap menghadapi tantangan
zaman dan berkontribusi nyata bagi daerah, bangsa dan negara. (qurroti)


