SAMSUMBA.com - Ajaran Islam menegaskan
bahwa setiap manusia hendaknya saling tolong-menolong dan membantu sesama.
Mereka yang memiliki kelebihan rezeki didorong untuk berbagi dengan saudara-saudaranya
yang kurang mampu (dhuafa). Persoalan kemiskinan tidak dapat sepenuhnya
diserahkan kepada negara, melainkan menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu,
setiap orang perlu merasa terpanggil untuk berbuat kebaikan dan menghadirkan
manfaat bagi sesama.
Nilai-nilai tersebut tampak
nyata dalam kehidupan masyarakat, termasuk di Pulau Salura Kabupaten Sumba Timur. Tidak mau kalah
dengan Waingapu dan daerah lainnya, di pulau ini juga terus digalakkan kegiatan
pembagian bantuan kepada kaum dhuafa. Inisiatif ini menjadi salah satu wujud
kepedulian sosial yang patut dijaga dan dirawat secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, setiap bulan
kami dapat menghimpun donasi untuk dibagikan kepada kaum dhuafa. Pada bulan
ini, bantuan yang disalurkan berupa beras 5 kilogram untuk 16 keluarga,” ujar
Ustadzah Sri Hartati Saleh, S.Pd., saat dihubungi Samsumba.com, Kamis sore
(2/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa pada
momen-momen tertentu, seperti bulan Ramadhan, jumlah bantuan yang dapat
dihimpun dan disalurkan biasanya lebih banyak dibandingkan bulan-bulan biasa.
Ke depan, Sri Hartati berharap
jumlah bantuan yang disalurkan dapat terus meningkat, sehingga semakin banyak
masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Sumber bantuan ini berasal
dari donatur atau dermawan yang memiliki kepedulian terhadap sesama,”
tambahnya.
Perempuan lulusan IAIH Pancor
Lombok ini juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada donatur yang
telah menunjukkan kepedulian kepada masyarakat di Pulau Salura, sebuah pulau kecil yang terletak sebelah selatan Pulau Sumba. (fa)


