Dari Sumba Timur ke UIN Kediri, Sembilan Anak Melangkah Menuju Masa Depan

SAMSUMBA.com - Jauh dari kampung halaman, sembilan anak Sumba Timur Nusa Tenggara Timur (NTT) kini menyandang status mahasiswa. Mereka menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Jawa Timur. Mereka membawa cita-cita dan harapan membanggakan keluarga dan masyarakat.

Kesembilan mahasiswa itu adalah Muhammad Ansar, Sultan Firan Ramadhan, Muflihun M. Ali, Muhammad Asdin Algadrie, Nurjanah, Iza Tulmillah, Laylin Mudiaty, Miftahur Rizqi Rahman dan Habibi.

Nurjannah dan Sultan menyampaikan kesan dan harapannya kepada Samsumba.com, Selasa (8/9/2026).

Bagi Nurjannah, lingkungan kampus yang nyaman dan pertemanan yang menyenangkan menjadi kesan awal yang menguatkan semangatnya menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

“Sejauh ini, kesan saya terhadap UIN Kediri cukup baik. Lingkungannya nyaman, teman-temannya juga asyik dan banyak hal baru yang bisa saya pelajari selama di sini,” ujarnya.

Perempuan lulusan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Waingapu itu berharap dapat menikmati setiap proses pembelajaran, memperoleh ilmu dan pengalaman serta memperluas pertemanan. Ia juga ingin menjadikan masa kuliah sebagai kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

“Setelah lulus, saya ingin memiliki pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan saya, membanggakan orang tua serta menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.

Pengalaman berkesan juga dirasakan Sultan. Sebelum datang ke Jawa, ia sempat khawatir akan sulit menyesuaikan diri. Kekhawatiran itu mereda setelah merasakan sambutan hangat di lingkungan kampus.

Semangat Sultan semakin meningkat karena bisa belajar bersama mahasiswa dari luar negeri. Di kelasnya, ada dua mahasiswa asal Sudan. Pertemanan itu memberinya kesempatan mempraktikkan kemampuan bahasa asing. Ia juga bisa mengenal budaya dan pengalaman yang berbeda.

Sultan senang karena dapat mempelajari berbagai ilmu sekaligus memperdalam pengetahuan agama. Kehidupan di Ma’had pun membuatnya betah. Asrama tempat tinggalnya menyediakan fasilitas futsal, olahraga kegemarannya. Di sela kegiatan belajar, ia dapat menyalurkan hobi dan mempererat pertemanan.

Berbagai kesempatan itu menguatkan tekad Sultan untuk bersungguh-sungguh menjalani kuliah. Ia bercita-cita menjadi pengacara atau advokat. Ia ingin menyelesaikan studi tepat waktu dan membanggakan keluarga.

“Semoga saya bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu dan bisa membanggakan orang tua dan saudara-saudara serta masyarakat Sumba,” harap pria lulusan SMK Negeri 1 Waingapu itu. (fi)

“Aku tidak bermaksud kecuali melakukan perbaikan yang membawa kebaikan bagi semua orang sesuai kesanggupan dan kemampuanku. Dan yang memberi pertolongan untuk mencapai tujuan itu hanyalah Allah” (Al-Quran, Surat Hud Ayat 88)