Tiga Anak Sumba Timur Bangga Menjadi Mahasiswa UIN Sunan Kudus

SAMSUMBA.com - Tiga anak asal Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diterima sebagai mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, Jawa Tengah, pada tahun akademik 2026/2027. Mereka adalah Muhammad Taufik, Abdul Rasyid dan Iskandar Riski Putra Ramdani.

Ketiganya baru saja menyelesaikan rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Ditemui SAMSUMBA.com, Jumat (28/8/2026), mereka mengungkapkan rasa bahagia sekaligus kebanggaan karena mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di UIN Sunan Kudus.

Muhammad Taufik, mahasiswa asal Pulau Salura, mengaku bahagia mendapat kesempatan menempuh pendidikan di UIN Sunan Kudus. Menurutnya, kuliah di perguruan tinggi Islam tidak hanya memberinya kesempatan mempelajari ilmu sesuai bidang studi, tetapi juga memperdalam ilmu agama.

Ia bertekad menjalani masa perkuliahan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Taufik mengambil program studi Hukum Ekonomi Syariah dan bercita-cita bekerja sesuai bidang keilmuannya setelah menyelesaikan pendidikan.

Perasaan serupa disampaikan Abdul Rasyid. Lulusan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Waingapu itu mengaku bersyukur mendapat kesempatan menjadi mahasiswa UIN Sunan Kudus.

Rasyid mengambil program studi Hukum Keluarga Islam. Setelah lulus, ia bercita-cita berkarier di bidang hukum sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan keluarga.

“Saya ingin menerapkan ilmu yang saya dapatkan dengan baik serta menjadi pribadi yang profesional, amanah, dan berintegritas,” ujarnya.

Sementara itu, Iskandar Riski Putra Ramdani, yang akrab disapa Akbar, juga mengaku senang mendapat kesempatan menempuh pendidikan di UIN Sunan Kudus. Pria asal Kaliuda itu semakin bersyukur karena kesempatan tersebut dapat diraihnya tanpa membebani orang tua.

“Menjadi salah satu yang terpilih dari ribuan orang yang ingin masuk UIN Sunan Kudus merupakan sebuah kehormatan bagi saya,” ujarnya.

Akbar mengaku terkesan dengan fasilitas kampus yang dinilainya memadai, terutama perpustakaan, laboratorium komputer, ruang kelas, dan fasilitas Wi-Fi. Selama menjadi mahasiswa, ia ingin mengembangkan keterampilan, memperluas relasi, meningkatkan kemampuan akademik, sekaligus belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Akbar bercita-cita bekerja sesuai bidang keilmuan yang dipelajarinya. Lebih jauh, ia ingin melanjutkan langkah untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang hakim.

“Saya bercita-cita menjadi seorang hakim. Setelah resmi menjadi sarjana hukum, saya akan melanjutkan dengan mendaftar CPNS, khususnya untuk posisi calon hakim di Mahkamah Agung Republik Indonesia,” pungkasnya. (zi)

“Aku tidak bermaksud kecuali melakukan perbaikan yang membawa kebaikan bagi semua orang sesuai kesanggupan dan kemampuanku. Dan yang memberi pertolongan untuk mencapai tujuan itu hanyalah Allah” (Al-Quran, Surat Hud Ayat 88)