SAMSUMBA.com - Menjelang Ramadhan 1447 Hijriyah, Masjid At-Tawwabin Palahau Kelurahan Kamalaputi Kecamatan Waingapu Kabupaten Sumba Timur membagikan bantuan sosial (bansos) kepada 125 warga rentan, Rabu sore (18/2/2026).
Ketua Pengurus Takmir Masjid At-Tawwabin, Ustadz Ismail Bin Ibrahim menjelaskan bahwa pembagian bansos tersebut merupakan program rutin masjid.
“Kami dari Masjid At-Tawwabin memiliki
program pembagian bansos. Ada penerima bulanan sekitar 30 orang, dan ada juga
penerima setiap tiga bulan dengan jumlah lebih banyak. Sore ini adalah
pembagian triwulanan, kami menyiapkan beras 5 kilogram sebanyak 125 bungkus,”
ujarnya.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut
bersumber dari donasi para dermawan, bukan dari kas masjid.
“Bansos ini berasal dari donasi para donator yang kami himpun setiap bulan. Bansos disalurkan untuk kaum dhuafa, muallaf dan fisabilillah,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut hadir Ketua Pengadilan Agama Waingapu, H. Fahrurrozi Zawawi, yang turut menyampaikan tausiyah kepada para penerima bantuan.
Dalam pesannya, ia mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah.
“Sebagai manusia, kita harus selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah. Jangan melihat orang yang kehidupannya lebih baik dari kita, tetapi lihatlah mereka yang tidak seberuntung kita. Kita patut bersyukur karena masih diberi kehidupan, sementara saudara atau teman kita ada yang lebih dulu dipanggil Allah. Kita juga patut bersyukur karena diberi kesehatan, sementara tetangga atau kerabat kita sedang diuji dengan sakit,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa rasa syukur
hendaknya diwujudkan dalam ketaatan beribadah.
“Wujudkan syukur itu dengan menjadi
hamba Allah yang baik. Rajinlah beribadah: shalat, berpuasa di bulan Ramadhan,
mengaji dan memperbanyak amal kebaikan,” pesannya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya
pendidikan anak dalam keluarga, meskipun hidup dalam keterbatasan.
“Walaupun hidup dalam keterbatasan,
tetaplah menjadi orang tua yang baik. Didik anak-anak dengan sungguh-sungguh.
Perhatikan ngajinya dan sekolahnya. Siapa tahu melalui anak-anak yang shaleh,
derajat bapak ibu akan diangkat oleh Allah. Mereka bisa melanjutkan pendidikan
hingga perguruan tinggi, menjadi sarjana dan memperoleh pekerjaan yang baik.
Jangan pernah menyerah dengan keadaan,” tambahnya. (fi)


